PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUNDA

049152900_1545159199-prosesi-sebelum-dan-sesudah-pernikahan-adat-sunda-2

Bentuk pernikahan banyak sekali macamnya dari yang paling sederhana sampai yang paling lengkap karena memakai upacara adat suatu daerah tertentu. Orang Indonesia jika menikah niscaya tidak pernah meninggalkan adatnya. Kalau tidak mengikuti adat dari pengantin pria biasanya mengikuti adat pengantin wanita. Inti dari pernikahan sejatinya sama yaitu ingin mendapat restu dari orangtua dan masyarakat luas.

Banyaknya adat dan budaya di Indonesia, tentunya menjadikan banyak pula macam prosesi pernikahan adat yang berbeda-beda. Seperti prosesi pernikahan adat sunda ini, kekayaan budaya tatar sunda dapat kita lihat lewat prosesi pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor namun tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat.

Dalam pernikahan adat sunda hampir sama dengan adat pernikahan jawa dan daerah lainnya. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan. Diawali dengan meminta izin kepada kedua orangtua melalui pengajian.
Sebelum hari H tiba terdapat beberapa hal yang dilakukan oleh calon pengantin di antaranya :

  1. Menyimpan Janji (Neundeun Omong)
    Neundeun omong ini tuh istilahnya dari menyimpan omongan, kayak menyimpan janji sehidup semati, intinya mengharapkan sang wanita asupaya menjadi menantunya. Dalam hal ini, orang tua atau wali membutuhkan kepandaian dalam berbicara, berbahasa dan penuh akan keramahan.
  2. Lamaran (Narosan atau Nyeureuhan)
    Hampir mirip pada tahap pertama, namun bedanya dalam lamaran, orang tua dari mempelai pria biasanya mendatangi calon besannya dengan membawa makanan atau bingkisan untuk mempelai wanitanya.
  3. tunangan
    Prosesi pernikahan adat sunda yang selanjutnya adalah prosesi patuker beubeur tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang berwarna pelangi atau polos kepada sang mempelai wanita.
  4. Seserahan (Nyandakeun)
    Pada selang 3 – 7 hari sebelum pernikahan, calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabotan rumah tangga, makanan dan hal lain sebaginya.
  5. ngeuyeuk seureuh
    Saling dihadapkan dua lembar sirih bertangkai, kemudian digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh, dan diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir.
  6. berebut uang
    Tata cara yang satu ini dilaksanakan di bawah tikar sambil disawer. Maknanya berlomba-lomba dalam mencari rejeki dan disayang keluarga.Hal-hal yang dilakukan pada saat prosesi upacara pernikahan diantaranya yaitu Penjemputan Calon Pengantin Pria Dilakukan oleh utusan dari pihak mempelai wanita. Ngabageakeun Ibu dari calon pengantin wanita menyambut calon pengantin pria dengan cara mengalungkan bunga melati. Akad nikah Petugas KUA, para saksi dan pengantin pria telah berada di tempat pernikahan.

Sungkeman Meminta maaf dan ampun kepada kedua orang tua. Wejangan dilaksanakan oleh ayah pengantin wanita atau dari keluarganya. Saweran Kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun yang mengandung petuah utusan orang tua pengantin wanita. Meuleum Harupat Pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin, kemudian Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lalu harupat dipatahkan oleh pengantin pria.

Nincak endog (Menginjak Telur) Pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap oleh pengantin wanita. Muka Panto (Buka Pintu) Diawali dengan mengetuk pintu tiga kali. Lalu diadakan tanya jawab dengan pantun yang bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka, dan Pengantin masuk menuju pelaminan.

Berkah Enterprise
Wedding Organizer Surabaya