Pernikahan dengan Konsep Piring Terbang

piring terbang

Pesta pernikahan piring terbang kadang juga disebut sebagai pesta racikan, dimana tamu tidak diperbolehkan berdiri. Tamu hanya cukup duduk manis di kursi dan meja sejajar yang dihadapkan ke pelaminan. Kadang ada juga yang mendudukan tamu di kursi bundar atau round table seperti gaya pernikahan ala barat.

Sembari duduk menikmati acara, tamu-tamu pun disajikan dengan piring-piring penuh hidangan yang seakan-akan terbang dari tangan pramusaji ke meja tamu. Mungkin inilah kenapa adat ini disebut sebagai piring terbang.

Pernikahan dengan konsep piring terbang sendiri biasanya dilakukan di daerah kerajaan Mataram yaitu di daerah Jogja dan Solo. Meskipun begitu, sekarang di kota Jogja pun prosesi ini sudah jarang ditemui. Prosesi ini hanya bisa ditemui di daerah-daerah seperti Sragen, Klaten, Wonosari, Gunungkidul, dan Solo.

Berbeda dengan prasmanan di mana tamu datang setelah acara dibuka, tamu justru datang sebelum acara dimulai pada prosesi piring terbang agar jadwal acara bisa berjalan tepat waktu.

Konsep piring terbang ada karena pihak jasa boga mempelajari kapasitas ruang, ketersediaan waktu, dan jumlah tamu dalam sebuah resepsi. Untuk membayangkan konsep piring terbang, tamu di suatu resepsi hanya perlu duduk manis di bangku yang telah disediakan. Pada saatnya tiba, pramusaji akan keluar menghidangkan makanan dan minuman dalam ukuran per porsi. Dengan urutan penyajian pertama minuman dan camilan, sop, nasi dan lauk, dan terakhir minuman es atau makanan manis.

Dengan menggunakan konsep piring terbang potensi makanan terbuang banyak berkurang dan dijamin semua tamu kebagian hidangan, masalah cocok tidaknya makanan dengan lidahnya itu hal lain karena memang tidak ada pilihan.

Istimewanya, dengan konsep ini para tetamu tidak perlu repot antre layaknya pesta ala prasmanan. Para tetamu cukup duduk manis di kursinya masing-masing yang sudah disediakan. Kursi ditata menghadap panggung dimana kedua mempelai dan orangtuanya duduk berjejer.

Konsepnya sederhana, pelayan akan menyajikan seporsi makanan dan diantar ke masing-masing tamu. Mulai dari hidangan pembuka, makanan utama, pencuci mulut, minuman hingga snak secara bergiliran. Semua diantar langsung sehingga setiap tamu mendapat porsi dan menu yang sama. Tradisi ini diyakini bisa lebih hemat dibanding cara prasmanan. Biaya dan budgetnya bisa diutak-atik tergantung menu yang disajikan serta jumlah porsinya. Pun tak perlu ada pondokan atau gubukan. Semua langsung diantar dari dalam dapur.

Berkah Enterprise
Wedding Organizer Surabaya