Adat Pernikahan Minangkabau Asal Sumatera Barat

ejy4dpo00vd872820161552

Pernikahan adalah suatu momen sakral bagi pasangan yang ingin menyatakan janji suci untuk hidp bersama. Di Indonesia sendiri yang memiliki berbagai suku, adat serta keyakinan, tentunya memiliki aturan masing-masing dalam melakukan prosesi pernikahan.

Pernikahan tradisional juga memiliki keunikan tersendiri yaitu pernikahan yang masih menjunjung tinggi tradisi dan adat. Memiliki tata cara dan prosesi yang detil, berlangsung selama berhari-hari dan pastinya memiliki keistimewaan berupa pernak-pernik etnik.

Seperti pernikaha dengan adat minangkabau yang berasal dari Sumatera Barat. Salah satu keunikannya yaitu melibatkan hampir seluruh keluarga dan pihak pengantin wanita lah yang terlebih dahulu melamar pihak pengantin pria. Berikut ini prosesi pernikahan adat Minangkabau asal Sumatera Barat.

Marasek atau lamaran adalah langkah pertama dari prosesi pra-nikah di Minangkabau. Anggota keluarga calon pengantin wanita lah yang akan melamar calon mempelai pria dan akhirnya akan menciptakan kesepakatan bersama. Perencanaan dan pelaksanaan pernikahan umumnya melibatkan sebagian besar aggota keluarga.

Tapi ayah dari pengantin wanita tidak terlalu memiliki andil dalam prosesi lamaran pernikahan. Alasannya karena keputusan erupakan hak prerogatif dari keluarga ibu mempelai wanita. Keluarag ibu dari mmepelai wanita lah yang akan melakukan negosiasi dengan keluarga pengantin pria dan memutuskan persyaratan untuk pernikahan.

Setelah lamaran, adat selanjutnya adalah upacara pernikahan. pernikahan di Minangkabau merupakan bagian terpenting dari kebudayaan orang Minangkabau. Sejumlah pakaian adat, rumah, dan perlengkapan yang terkait dengan pernikahan direkonstuksi dan ditampilkan di museum lokal di Sumatra Barat.

Pernikahan ini bisanaya dilakukan dengan berbagai upacra dan tradisi selama dua minggu. Kostum pernikahannya juga terbilang sangat rumit. Dan tata cara pernikahan di Minangkabau juga tidak terlepas dari tradisi Islam.

Setelah menikah, kedua mempelai tidak tinggal di rumah mempelai pria tapi tinggal di rumah ibu mempelai wanita. Sang suami pindah ke rumah istrinya dengan membawa segala harta miliknya. Namun sesuai adat di masyarakat, di boleh tinggal bersama adik perempuannya bahkan setelah menikah dan mengunjungi rumah istrinya pada malam hari. karena wanitalah yang mengontrol setiap aspek kehidupan keluarga di kalangan masyarakat minangkabau.

Terima Kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini dan telah mengunjungi website kami. Kami berharap, anda terus mengunjungi website kami dan membaca artikel-artikel lainya dari kami untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi seputar Wedding Organizer Surabaya dan lainnya. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu. Kami dari ‘Berkah Enterprise’ akan selalu memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan kami.

Berkah Enterprise
Paket Pernikahan Murah di Surabaya