Mengenal Bridezilla Syndrome dan Cara Ampuh Mengatasinya

Picture

Harapan atau impian. Setiap dari kita pasti memilikinya, termasuk dalam mempersiapkan pernikahan. Mungkin, begitu banyak yang diinginkan dan dalam prosesnya akan banyak pula rintangan, masalah, untuk mendapatkannya. Hal ini juga pasti berlaku pada persiapan acara penting yang terjadi seumur hidup hanya sekali, yaitu pernikahan.

Terkadang, pada praktiknya, mempersiapkan pernikahan pun bisa menyita waktu, energi, dan pikiran (emosi). Karena itu pula, mengurus dan mempersiapkan pernikahan bukanlah pekerjaan yang mudah. Adanya keinginan atau harapan yang tinggi terkait jalannya pernikahan, kekhawatiran pernikahan akan berjalan tak sesuai dengan rencana, dan merasa bekerja sendiri bisa membuat calon pengantin, khususnya perempuan, menjadi tertekan dan mengalami stres.

Terkadang, menjelang pernikahan, calon pengantin perempuan, tak semuanya memang, cenderung menjadi lebih sensitif, misalnya gampang tersinggung atau marah, mudah menangis, meski hanya karena hal-hal sepele. Dalam dunia seputar pernikahan, jika seperti itu, apa yang dialami oleh calon pengantin wanita itu biasa disebut dengan istilah “Bridezilla Syndrome”. Istilah tersebut disematkan untuk menggambarkan calon pengantin wanita yang mudah tersinggung, marah-marah, menangis, ke vendor pernikahan, pasangan, atau keluarga saat apa yang diinginkan tidak tercapai.

Selain karena stres atau cemas jelang hari H pernikahan, Bridezilla Syndrome juga bisa terjadi karena calon pengantin wanita merasa sendirian alias “sibuk sendiri”, merasa kurang diperhatikan oleh calon pengantin pria dan orang-orang sekitar.

Berikut ini 5 tanda Anda mengalami bridezilla syndrome menurut The Bride Dept.

Menghabiskan waktu makan siang dengan vendor Pernikahan di Jakarta
Bagi Anda yang bekerja kantoran, sulit mungkin mencari waktu untuk meeting dengan vendor. Akhirnya, jam makan siang menjadi pilihan utama. Pastikan Anda benar-benar menikmati makan siang saat itu. Banyak kejadian, di hari-H pengantin pria duduk sendirian di pelaminan karena pengantin wanitanya sakit akibat kelelahan melakukan persiapan pernikahan. Dulu Anda tak begitu, kan, Bunda?

Pasangan menghindari Anda!
Memang, pasangan seharusnya menjadi orang pertama yang bisa Anda ajak bicara mengenai pernikahan. Tetapi jika sudah mulai menghindar, itu pertanda ia sudah cukup eneg dengan topik ini. Sesekali boleh, kok, Anda ‘melepaskan’ topik ini saat sedang berdua dengannya. Nikmati waktu Anda dengan pasangan dengan makan malam romantis atau nonton berdua.

Frustrasi sendiri
Terkadang tak semua yang Anda inginkan dalam pernikahan bisa terwujud. Tak usah sedih, apalagi sampai frustasi. Berkompromilah dengan perasaan Anda dan berpikirlah positif bahwa apa yang terjadi sudah menjadi rencana Ilahi. Setidaknya, pada akhirnnya Anda tetap akan menikahi orang yang Anda cintai dan mencintai Anda!

Olahraga dan diet gila-gilaan
Terlihat sempurna di hari pernikahan itu impian semua wanita, tetapi bukan berarti melakukan diet dan olahraga yang berlebihan! Jadikan sehat fisik dan pikiran yang utama. Tentu Anda ingin menikmati malam pertama bersama pasangan dengan lancar, bukan?

Membicarakan pernikahan 24/7
Duh, semua orang tahu Anda sedang semangat mempersiapkan pernikahan, namun tidak perlu sesering itu juga. Orang di sekitar Anda bisa sangat terganggu dan tak semua orang senang mendengarnya.

Jika sudah begini, tentu hal itu bisa berefek atau berdampak ke segala hal terkait persiapan pernikahan, termasuk ke vendor wedding organizer di Jakarta. Padahal, bila mengingat kembali, inti dari bermitra dengan vendor adalah kerja sama, lebih dari sekadar akad jual beli, untuk mencapai tujuan bersama. Pahami kembali bahwa banyak hal yang mesti dikoordinasikan dan komunikasikan untuk diputuskan secara bersama.

Ada sebab, ada akibat, tetapi jangan lupa juga bahwa selalu akan ada solusi atau jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, atau setidaknya untuk mengantisipasinya. Terkait hal tersebut, berikut ini adalah hal-hal yang bisa Kamu lakukan, khususnya calon pengantin perempuan, agar tak mengalami Bridezilla Syndrome dan tetap berhubungan baik dengan vendor pernikahan Kamu.

  1. Persiapkan pernikahan dari jauh hari
    Mempersiapkan rencana pernikahan sedari dini lebih baik. Akan banyak hal positif yang bisa pasangan raih jika memiliki waktu yang lebih banyak, misalnya tak terburu-buru dalam menentukan detail terkait pernikahan. Jika bekerja sama dengan vendor pernikahan, hal ini juga akan sangat membantu. Mempunyai waktu dan persiapan yang matang bisa membuat ikatan kerja sama Kamu dengan vendor bisa lebih cair dan solid.
  2. Komunikasi dengan pasangan, keluarga, dan vendor
    Komunikasi selalu menjadi hal yang penting. Calon pengantin pria harus memiliki kepekaan terhadap pasangannya untuk bisa saling membantu. Calon pria harus bisa memberi ketenangan terhadap pasangannya. Begitu juga dengan calon pengantin perempuan, jangan sampai merasa sendiri. Ungkapkan dan bicarakan apa yang bisa menjadi tanggung jawab bersama, saling berdiskusi dan cari solusi bersama. Ini juga berlaku komunikasi kepada keluarga dan vendor pernikahan.
  3. Berbagi tugas atau peran
    Ingat, mempersiapkan pernikahan tak bisa dilakukan sendiri. Jadi, jangan merasa beban itu kamu tanggung sendiri. Pasangan, keluarga, sahabat, dan vendor pasti akan dengan senang hati bersedia membantu jika Kamu meminta. Ingat kembali bahwa Kamu tidak bisa mengontrol segala sesuatu seorang diri. Berbagilah dengan orang-orang terdekat.
  4. Luangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri atau dengan pasangan
    Luangkan waktu untuk diri sendiri atau bersama pasangan dan sebisa mungkin tak membahas dulu soal persiapan pernikahan. Coba sediakan waktu untuk santai sejenak dan hindari obrolan untuk membahas rencana pernikahan, termasuk mencari inspirasi catering pernikahan di Jakarta lewat media sosial.
  5. Berprasangka baik terhadap pasangan, keluarga, dan mitra vendor pernikahan
    Merasa tertekan, stres, juga bisa terjadi ketika selalu memiliki prasangka buruk terhadap segala sesuatu. Jika seperti ini, masalah sepele pun bisa jadi besar jika Kamu terus memikirkan hal yang buruk. Karena itu, cobalah untuk membuang dulu perasaaan tersebut agar bisa merasa tenang. Hal ini bukan berarti Kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi segala risiko atau pasrah tanpa usaha apa-apa.
  6. Berpikir realistis dan Berserah Diri
    Kamu, bersama pasangan, mesti menyadari adakalanya sesuatu yang tak bisa dikontrol atau berada di luar kendali. Menyikapi ini, Kamu hanya perlu memasrahkan segala yang telah diusahakan, tidak perlu takut berlebihan. Kamu juga harus yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Jangan terlalu memaksakan diri untuk memberikan yang orang lain inginkan
  7. Berdoa
    Tak lupa dan juga sangat penting, iringi persiapan dengan doa dan restu dari orang-orang terdekatmu, khususnya orang tua. Pada akhirnya, ingat kembali, manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan.

Itulah kiranya mengenai sindrom umum yang terjadi menjelang pernikahan, percayakan pernikahan kalian bersama dengan vendor yang tepat dengan memilih paket pernikahan di Jakarta seperti apa yang menjadi keinginan kalian, dan berserah diri sambil berdoa. Percayalah Tuhan pasti akan ambil tindahkan yang terbaik untuk kalian . Say no to bridezilla syndrom oke !